dsp

Welcome To My Blog... Welcome To My Blog

Minggu, 18 November 2012

My Uncle dalam kenangan....

Hai semua... bagaimana kabar kalian? 
Semoga selalu baik dan senantiasa dalam lindunganNya.
Ya, mungkin udah lama banget aku nggak posting-posting sesuatu di my new blog ini. bukan karena males sih, tapi memang lagi ga' ada yang menarik aja buat diposting. 
Oh iya, ini mungkin udah yang ke-tiga kalinya aku ganti blog. Pas aku bilang yang 100000000 kalinya tuh cuma hiperbola aja, saking jengkelnya sama blog-blog masa lampau. dia selalu hilang atau nggak aku yang lupa ID atau passwordnya. parah banget kan? bikin-bikin sendiri, lupa sendiri. 

Langsung pada topik. 
Tiba-tiba rindu berat sama seseorang yang belum ada 40 hari ini meninggalkan kami semua sekeluarga. Dia My Uncle, alias Pakde-ku yang selama ini tinggal di Pekan Baru riau sana. Kalau mau tahu, aku udah pernah memposting beliau di blogku yang ini. Itu kunjungan beliau plus istri ke Pacitan. Waktu itu pas hari raya tahun 2011 dan semua keluarga pada ngumpul. Tapi siapa yang tahu  umur orang? Kita boleh berharap banyak, berencana yang indah, tapi tetep saja Tuhan adalah penentu segalanya. Tidak bisa tidak.

Alm. Pakdeku (Mahsun)

Beliau meninggalkan kami semua pada tanggal 29 Oktober 2012 dini hari sekitar jam 01.00 di RS Medical Mandiri, Mentoro, Pacitan. Padahal malam Minggu, tanggal 28 Oktober 2012 itu beliau baru saja nyampek ke Pacitan dari Pekan Baru. Dan Malam Seninnya meninggal. Kami terpukul tapi ada kelegaan karena sempat bertemu dan merawat beliau meskipun tak lebih dari 24 jam. Beliau bilang sendiri malam itu ketika baru sampai. "Aku muleh rene mergo pengen awor dulurku mbok, neg aku arep mari yo ben mari, tapi neg jane aku arep mati yo wes ben mati neng kene, cedak karo dulurku" (itu bahasa Jawa) kalo' di Nasionalkan "Aku pulang kesini karena pengen kumpul keluargaku buk, kalo' aku mau sembuh ya biar sembuh, tapi kalo' memang aku mau mati ya sudah biar mati di sini, dekat dengan saudaraku", kasihan denger ucapannya itu. 
Sebenarnya beliau sudah menderita penyakit seperti ini tahunan. Komplikasi lah kalo' orang jaman sekarang ngomongnya. Diabetes, Darah Tinggi, dan ada juga bumbu-bumbu hitamnya. Maksudku, bukannya aku menjudge seseorang telah menyebabkan kematian beliau ya, tapi sudah dibilang tadi bahwa semua sudah ada yang menentukan. Hanya saja, sewaktu masih di Pekan Baru, Budeku sering nelfon ke Jawa kalo' Pakde sakitnya makin parah, dia muntah darah, dan tubuhnya makin kurus. Tentu aja semua keluarga yang disini (Pacitan) panik. Mereka jauh di sana dan kita jauh disini. Ditambah lagi kabar kalo' Pakde sempat muntahin paku, jarum, sama yang gitu-gitu lah selama di sana. Aku sih sebenernya ga' terlalu percaya sama yang begitu-begituan. Tapi kalaupun hal itu benar-benar ada dan terjadi, kok tega banget ya orang yang menghakimi Pakdeku dengan cara seperti itu. Mungkin mereka (yang melakukan pembunuhan ilmu hitam itu) cuma orang iri yang ga' punya pikiran. Karena Pakdeku lumayan orang yang memiliki kekayaan di sana. Keluarga kami sih tidak terlalu memikirkan hal itu, yang lebih diutamakan saat ini adalah selalu berdo'a untuk beliau supaya beliau tenang dan mendapatkan tempat yang indah di sisiNya. 
Ibukku yang paling syok malam itu. Aku juga. Tapi aku memang ga' bisa ikutan yang lainnya menangis. Aku bisa menangis, mengenang beliau pada saat malamnya lagi setelah beliau di makamkan. 

Ya Allah, beliau orang baik. Orang yang sangat menyayangi keluarganya, saudara-saudaranya, dan orang yang dermawan. Semoga Engkau memberikan tempat yang indah dan layak di sisiMu. 

Sekian dulu ya readers, ga' tahan nih... (sambil nangis)
Sampai jumpa di entry berikutnya.
BYE.... :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar